“Sate Deblek” Kutowinangun, Kuliner Unik dengan Bunyi Khas dan Pemandangan Kereta Api
Kutowinangun – Di timur Stasiun Kutowinangun, ada satu kuliner kaki lima yang belakangan menarik perhatian warga dan para penikmat jajanan malam: Sate Deblek. Nama unik ini bukan tanpa alasan. Penjual sate ayam keliling yang memikul dagangannya ini menggunakan kotakan sate dengan tutup kayu yang harus dibuka-tutup dengan cukup keras, sehingga menimbulkan bunyi khas “debleg… debleg…” setiap kali ia menyiapkan pesanan. Dari sinilah sebutan “Sate Deblek” muncul.


Sate ayam yang dijajakan berbalut bumbu kacang kental dan melimpah, tanpa perlu ditambah kecap pun sudah terasa manis dan gurih. Pembeli juga bisa menambahkan lontong sebagai pelengkap, serta sambal bagi yang menyukai sensasi pedas.
Lokasinya yang berada di sekitar rel memberi pengalaman berbeda. Menikmati sate hangat dengan latar kereta api yang melintas menciptakan suasana yang khas dan tak banyak ditemukan di tempat lain.
“Sate Deblek” bukan hanya sekadar kuliner, tetapi juga sebuah pengalaman—perpaduan rasa sate ayam yang nikmat, bunyi kotakan sate yang menjadi ciri, serta pemandangan kereta yang menambah hidup suasana Kutowinangun di waktu sore hingga malam. (Foto: fb.kuliner kebumen)


