Kampung Cucur Temanggal: Warisan Manis Desa Wisata Kebumen
Desa Wisata Temanggal di Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, telah menjadi ikon pariwisata edukatif sejak 2021 dengan julukan Kampung Cucur. Tradisi pembuatan kue cucur turun-temurun ini melibatkan 16 warga yang masih aktif, menjadikannya daya tarik utama bagi pengunjung.

Ibu Rasiyati, salah satu pelaku usaha, telah bergelut dengan cucur selama 25 tahun. Ia memulai proses memasak sejak dini hari sekitar pukul 01.00-02.00, menghasilkan hingga 300 pieces setiap hari untuk dipasok ke pasar seperti Petanahan, Kebumen, dan Karanganyar.
Bahan dasar cucur Temanggal mencakup tepung beras, terigu, gula merah, serta vanili untuk wangi khas. Warga memaknainya sebagai “Rezeki yang selalu mengucur”, simbol kelimpahan yang mengalir deras dari kerja keras mereka.
Desa Wisata Temanggal di Kecamatan Adimulyo mudah dijangkau dari pusat kota Kebumen dengan kendaraan pribadi atau ojek online. Perjalanan memakan waktu sekitar 30-45 menit melalui jalur darat yang cukup mulus.

Desa Wisata Temanggal menawarkan berbagai aktivitas edukasi yang menyenangkan, terutama untuk anak-anak dan keluarga. Kegiatan ini dirancang untuk melestarikan tradisi pertanian dan kuliner lokal sambil meningkatkan kreativitas pengunjung.
Belajar memasak kue cucur tradisional dari bahan sederhana seperti tepung beras dan gula merah langsung bersama warga Kampung Cucur. Anak-anak sering ikut praktik sambil menikmati hasilnya hangat.

Kunjungan sekolah dari tingkat TK sering mengikuti proses pembuatan cucur, sambil belajar menanam padi dan menangkap ikan di sawah. Kegiatan ini melestarikan budaya sambil membangun kecintaan generasi muda terhadap pertanian lokal.
Cucur Temanggal biasanya disajikan segar hangat, berdiameter 10-15 cm, dengan permukaan berlubang kecil akibat proses penggorengan tradisional. Sering ditata bertumpuk di daun pisang untuk menjaga keharuman alami.
Selain kue cucur yang ikonik, Desa Wisata Temanggal juga menawarkan “enthu” sebagai produk kuliner tradisional unggulan lainnya. Enthu menjadi bagian dari ragam jajanan autentik yang dijual di Pagupon (Pasar Minggu Pon)
Enthu merupakan camilan khas lokal Temanggal yang terdaftar sebagai produk wisata di platform Jadesta. Biasanya berbentuk gorengan manis atau ringan, sering disandingkan dengan jadah, uli, tetel, serta wingko Temanggal untuk melengkapi pengalaman wisata kuliner.


